Sabtu, 12 April 2014

Assalamualaikum wr,wb
Salam Indonesia..
Perkenalkan kami putra/putri Indonesia dari ujung barat Indonesia, hanya segelintir orang-orang yang ingin mencoba merubah nasib kehidupan agar lebih berguna bagi diri sendiri, keluarga, untuk orang yang kita sayangi, bangsa dan negara. Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelago), lalu di hiasi dengan jajaran gunungapi aktif yang sering di sebut “Ring Of Fire” juga di apit oleh 2 Samudera yakni  Hindia dan Pasifik,  dan juga di apit 3 lempeng besar benua yakni : Eurasia, Indo-Australia, dan lempeng pasifik. Indonesia merupakan negara sangat strategis juga kaya akan sumber daya alamnya banyak negara yang ingin menjajah kembali negeri tercinta ini (penjajahan pemikiran) sudah saatnya kita para generasi muda dan penerus bangsa ini untuk bangkit dan bersatu untuk membangun negeri ini tercinta ini. Indonesia adalah negara raksasa di ASIA yang masih tertidur kapan ia bangun ? masih menjadi misteri .
admin 

Perkenalkan saya Ari Yusnanda seorang yang ingin merubah nasib untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain serta menjadi panutan bagi adik-adik dan keluarga. Yang saya bahas di sini bukanlah tentang hidup pribadi saya, akan tetapi saya akan membagi pengalaman saya selama kuliah di Teknik Geofisika di Universitas Syiah Kuala kepada teman-teman semua. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan S-1 (Sarjana) di bidang Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Aceh. Dan kini telah menjalankan lima semester, sekarang memasuki semester ke enam. Saya dan teman-teman seangkatan merupakan Angkatan pertama dan tertua di Prodi Teknik Geofisika yakni angkatan 2011. Teknik geofisika di Aceh di bentuk pada tanggal 4 Maret 2011 dan merupakan jurusan baru di Universitas Syiah Kuala. Meskipun jurusan baru tapi kami tidak kalah dengan jurusan Geofisika ternama di Indonesia, ya kami yakin kami bisa dan akan menjadi yang terbaik hanya waktu yang akan menjawabnya.


poto pamplet nama Universitas Syiah Kuala di pinggir jalan depan Fakultas Ekonomi jalan Inong balee, Darussalam, Banda Aceh

Fasilitas yang kami manfaatkan untuk perkuliahan sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar cukup memadai, untuk dari segi alat geofisika juga sangat mendukung juga sehingga jika dari teman-teman ada yang berminat masuk Teknik Geofisika UNSYIAH jangan Khawatir akan fasilitas serta alat geofisika karena di jamin alat di jurusan ini lebih dari cukup. Oiya di Fakultas MIPA ada juga bidang Geofisika di jurusan Fisika tapi mereka merupakan KMB (Kuliah Minat Bakat) biasanya di semester 3 baru di arahin mau kemana untuk kedepannya. Untuk Teknik Geofisika sendiri memiliki 6 Dosen Aktif (lihat : http://pdpt.dikti.go.id/) jangan khawatir banyak dosen yang akan mengajar kalian disini, Buktinya saya telah melewati beberapa semester dengan berbagai tugas yang cukup menyiksa anda (hahahahaaa) tapi menantang jika anda bukan tipe yang suka dengan tantangan saya sarani jangan  masuk ke Teknik Geofisika deh.... (hahahaaahaha)

Sekarang kami sudah ada 3 angakatan (2011, 2012, dan 2013) apakah 2014 ada di antara kalian ? mungkin saja. Untuk angkatan saya di semester ini proses belajar mengajarnya lebih di gedung Laboraturium terpadu dari pada di fakultas teknik sendiri tapi jangan khawatir gedung ini hanya bersebrangan dengan jalan jadi tidak repot apabila mengurus segala hal yang mengenai dengan perkuliahan seperti administrasi gedung ini terletak di jalan Syeh abdul rauf, Darussalam Banda Aceh .

Gedung dan fasilitas prodi Teknik Geofisika berada (sementara) di Gedung laboraturim terpadu 
(poto : Akmal)

Berikut poto-poto aktivitas kami dan teman-teman selama saya kuliah (hmmmm begitu banyak jadi saya seleksi :D ) oiya survey ini kalo tidak silap saya sekitar semester 4  lalu kami lakukan
Mulai dari survey pelatihan alat Geofisika di lapangan :

1. survey Magnetik
            Survey ini saya lakukan bersama teman-teman dari KBM Geofisika MIPA dan Kawan-kawan dari USM (Universiti Sains Malaysia) di daerah benteng, Aceh Besar, Provensi Aceh selama 3 hari. Dan saya sedang memegang magnetik tipe proton pada saat itu kami mencari sisa-sisa peninggalan benteng belanda zaman dahulu, tapi ada yang unik dari survey ini ternyata kami survey di daerah yang dekat dengan pantai dan di pantai tersebut terdapat Anoi itam atau bahasa Indonesianya Pasir besi (Irone sand).

Survey Magnetik (magnetik tipe proton)  di Benteng, Aceh Besar

Unsyiah Pelatihan Alat kerja sama antara Fakultas MIPA dan USM-Malaysia (poto: pribadi)

2. Survey pelatihan alat GPR (Ground Penetrating Radar )
            Masih kerja sama antar KMB Geofisika (MIPA), Teknik Geofisika (Fakultas Teknik) serta teman-teman dari USM melakukan pelatihan alat di daerah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kampung Jawa, Banda Aceh. Pada saat itu kami melihat lapisan tanah dengan tujuan sejauh mana lindi (limbah sampah) menyebar di bawah ini terdapat beberapa teman saya sedang melakukan pengukuran GPR, di belakang temannya itu ada seperti bukit timbunan sampah tapi tidak nampak (heheheheee) GPR yang di pakai model RAMAC dan frekunsinya sekitar 10 Hz kalo tidak salah saya (ingat-ingat lupa) ....... wkwkwkwkwkw :v
Beberapa teman saya dari KBM MIPA dan Teknik Geofisika sedang melakukan pengukuran bersama dan kerja sama dengan USM-Malaysia (poto:pribadi)

3. pelatihan alat Seismik Bias
            Di daerah Benteng, Aceh Besar alat yang di gunakan merupakan alat seismik bias (Refraksi) tipe Terraloc Mk 8 Abem 24 chanel automatic punya malaysia, tapi jangan takut punya Fakultas teknik ada juga yakni Seismogram PASI pokoknya nggak kalah saing lah ma punya malaysia heheheheheeee.....
Poto bersama mahasiswa Teknik Geofisika beserta alat Seismik Bias (Refraksi).
 (poto:Pribadi)

Alat seismik bias (Refraksi) punya Teknik Geofisika alat ini memiliki 24 channel sensor (geophone), palu Godam, kabel Trigel, plate besi, dan kabel. Batas spasi maksimum sekitar 10 meter (ingat-ingat lupa) jadi 24 di kali 10 sekitar 240 meter bentangan maksimumnya (Poto:Pribadi)

4. pelatihan alat/ survey Geolistrik (resistivity)
Poto salah satu dosen teknik geofisika, Pak iben sedang mengecek alat geolistrik tipe Ares (poto : jurusan Teknik Geofisika)

Poto salah seorang dosen (pak iben) sedang memberikan pengarahan kepada salah satu laboran Teknik Geofisika (bang Izal), dan yang duduk di mobil Pak marwan (KaJur) Teknik Geofisika
 (poto : jurusan Teknik Geofisika)

Alat Geolistrik ini merupakan alat Automatic dan memiliki konfigurasi macam-macam seperti wenner alpa, wenner-sclumberger, pole-dipole, IP (Induce Polarisation) bisa juga VES atau sounding dan Mapping dan lain-lain. bentangan kabel mencapai 400 meter memiliki 80 elektroda tiap-tiap gulungan kabel panjangnya 40 meter. Pelatihan alat ini dilakukan didaerah jalan lingkar kampus di dekat daerah Lamnyong Darussalam, Banda Aceh.

5. Survey ambil data di daerah TPA baru Blang Bintang, Aceh Besar menggunakan VLF (Very     Low Frequency)
            Survey ini merupakan pertama kali buat saya memakai VLF (Very Low Frequency) di daerah Blang Bintang, Aceh Besar. Sebelumnya saya belom pernah mangunakan nya ternyata asik juga. Kami mencoba memakai metode resistivity yakni meghubungkan kabel ke dua elektroda kemudian alat menerima sinyal-sinyal elektromagentik dari kapal selam (kami pada saat ini memakai pemancar dari jepang, australia, dan german) hasil yang di dapatkan cukup bagus karena disana tidak ada noise. Tujuan kami mengukur menggunakan VLF di daerah TPA (Tempat Pembuangan Akhir ) di Blang Bintang untuk melihat lapisan landfill nya bagaimana karena TPA ini belum di gunakan sebagai TPA jadi kami hanya memprediksikan jika terjadi rembesan lindi bagian mana nya yang akan berpeluang untuk aliran lindi yang menyebar.

Poto saya membawa elektroda dan rekan (ryan) membawa sensor VLF dengan metode Resistivity mengukur lapisan tanah yang di timbun pinggir area landfill. Terdapat beberapa teman di dalam area landfill (kanan) begitu juga poto yang di bawah.

poto area landfill TPA blang Bintang, Aceh Besar yang akan digunakan untuk sampah
(poto : pribadi)


Bukan hanya survey saja melainkan kami juga telah melakukan workshop dengan para pembicara nasional seperti dari GDA (Geosain Delta Andalan) punya pak Andang Bachtiar, kemudian dari PGE (Pertamina Geothermal Energy ), dari Pertamina EP, dari Jepang Nagoya University mengenai gempa, dari LIPI tentang Geoteknik, dan masih banyak lagi kegiatan kami yang berhasil kami lakukan bersama rekan-rekan baik dari Teknik Geofisika maupun dari KBM-Geofisika MIPA. Tentang Potensi Northern Sumatera Basin oleh Pak Andang sebenarnya sih namanya harus di ganti aja jadi Aceh Basin alasannya karena cekungan tersebut lebih ke Aceh dari pada Sumatera hehehehee mungkin abang-abang yang lebih senior dari saya pasti lebih paham dari saya hehehehee...

Workshop oleh pak Andang Bachtiar dari GDA (Geosains Delta Andalan)


poto bersama dengan bapak Andang Bachtiar beserta Staf GDA dan dosen geofisika pak Muklis beserta teman-teman Teknik Geofisika masing-msing perwakilan dari tiap angkatan 2011, 2012, dan 2013

(poto: Ismi)


Sebenarnya masih banyak lagi survey / pelatihan dan workshop yang telah kami lakukan namun berhubung dokumenter seperti poto tidak ada sama saya jadi lain waktu akan saya publis kembali.



Cukup sekian cerita kita hari ini .............
terima kasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca artikel di blog saya ..............





SALAM GEOFISIKA DARI BARAT INDONESIA
ACEH 










1 komentar: